Anggota TNI AU Di Medan Di Sekap Dan Di Pukuli

Penganiayaan Anggota TNI AU Di Medan



Anggota Angkatan Udara di Sumatera Utara ...
disita dan diambil oleh orang Cina ...

MEDAN, anggota Angkatan Udara Pelda Chalik Mohammed (45) di Departemen Logistik (DisLog) pangkalan udara di Medan Soewondo korban penahanan dan penyiksaan dari Stasiun pengusaha dan layanan penyewaan Play, Minggu (2019/09/23) kemarin di sekitar 20:15 disajikan.

Akibat penangkapan dan penganiayaan ini, korban harus dibawa ke Rumah Sakit Putri Hijau di Medan untuk perawatan intensif.

Baca Juga di : https://situsjudionlineresmi.blogspot.com/2019/01/situs-judi-online-terpercaya.html

Insiden itu dimulai ketika anak mengemudi korban untuk kerusakan play station-nya untuk pemeliharaan di toko pelaku Joni (34) penduduk desa Rengas Kecamatan lingkungan pulau medan Marelan 06 Mon 62 terletak di Jalan Besar Brigjen Hamid. Sesampai di sana anak-anak bermain stasiun korbanpun memasukkan tanda terima untuk pelaku dan saat ini belum menetapkan berapa biaya karena itu harus diperiksa dan diperiksa servis kerusakannya.

Beberapa jam kemudian anak korban menerima telepon dari pemilik toko (kepala sekolah), Stasiun Putar rusak dan biaya pengobatan terlalu mahal, anak adalah korban dari korban anak langsung ke layanan toko Play Station dengan maksud itu layanan dan juga membatalkan play station batal.

Tapi anaknya terkejut ketika korban ingin mengambil play station, yang tidak berguna Rp.100,000 dimuat, pemeliharaan merasa tidak begitu dilakukan dan tidak cukup uang untuk membawa pulang ke rumahnya anak korbanpun dan berbagi masalah ini dengan korban.

Kemudian korban datang ke toko dan bertanya kepada Jhoni mengapa stasiun bermainnya, yang belum diperbaiki, dikenakan dana seratus ribu rupiah. Tapi petugas layanan mengatakan bahwa uang untuk biaya penerimaan dan masalah biaya check in. Dia tidak menerima apa yang dikatakan penjual, protes.

Entrepreneur Play Station

Pada saat itu, pelaku Joni dengan tema Indra Jaya (38) warga desa Sibirik-birik Mountain High Deli Serdang langsung dan membatasi padanya di toko dan itu bukan korban ke rumah dia tekan kembali bisbol tongkat dan tongkat besi ke arah bagian belakang pinggang dan kepala pengorbanan.

Hantaman besi dan tongkat baseball keras, darah menyembur dari kepala korban langsung ke lantai dan dada sebagian basah dan baju korban. Saat itu, seorang wanita keturunan Tionghoa ingin membunuh korban. "Selesaikan saja, itu akan mati," kata wanita itu, yang juga dikenal sebagai kasir dalam bisnis pelaku.

Baca Juga di : https://situsjudionlineresmi.yolasite.com/

Sebagai korban penganiayaan, korban segera menghubungi rekan-rekan Angkatan Udara-nya. Setelah beberapa waktu, akhirnya, anggota lapangan udara Angkatan Udara Angkatan Polisi Militer bersama Soewondo langsung meluncur ke tempat kejadian dan berhasil bebas, sedangkan barang bukti berupa satu dari bisbol tongkat yang digunakan oleh pelaku kepada korban dan keselamatan pelaku korban babak belur untuk mengalahkan.

Kemudian kedua pelaku dan bukti penyelidikan dibawa ke markas Polisi Militer AU.

Muhammad Chalik jika pada saat pelaporan di Satpom AU Lanud Soewondo (23/9) pukul 23.30 WIB, kata dia dipukulin diwawancarai oleh dua aktor, karena ia tidak mau penerimaan kas dan checkin membayar.

"Saya layanan stasiun anak bermain di toko Joni (etnis Cina) pada saat pengiriman ke karyawan toko di sana tidak bisa mengkonfirmasi kerusakan dan biaya perbaikan, hanya menyisakan tanda terima barang dan dikabarin mahal. Kemudian, ketika dikasi tahu jumlah biaya perbaikan, terbukti sangat mahal, sehingga anak saya tidak akan memperbaikinya dan langsung mengambil mainan, "kata Muhammad Chalik.

Hasan (47), warga tua Jalan Besar Deli yang bekerja sebagai betor penarik yang menyaksikan kejadian itu mengatakan, palu dan obeng batu Angkatan Udara pada saat menolak dengan melemparkan dengan bantuan Angkatan Udara korban berasal dari penangkaran Shop-Play Station gratis.

Ketika tentara tiba, orang Cina melemparkan pria itu (TNI AU) dengan palu, batu dan obeng. "Saya merasa ngeri, intinya adalah, bagaimana mungkin mata sipit ini sama dengan para perwira," kata Hasan dengan aksen Bataknya.

Menurut wartawan di POM AU, para pelaku akan diserahkan ke Polrestabes Medan untuk tindakan hukum lebih lanjut.

AU Dansatpom Lanud Soewondo Walikota Pom I Gede Eka Santika ketika pelacakan membenarkan insiden menegaskan bahwa terjadi anggota Angkatan Udara yang bertugas di Departemen Logistik Lanud Soewondo Medan. "Di sana, kami telah mengamankan dua pelaku penangkaran dan menyiksa anggota Angkatan Udara bernama Pelda Muhamaad Chalik yang bertugas di Departemen Logistik. Insiden karena stasiun layanan play, yang belum selesai biaya ratusan ribu, maka korban datang ke toko, serta kurungan korban dan pemukulan oleh kedua pelaku yang jelas: "I Gede Eka Santika.

Dia menambahkan korban dipukul dengan tongkat bisbol di besi dan menderita luka parah di kepala dan belakang pinggang dan harus dirawat secara intensif di Rumah Sakit Putri Hijau Medan. "Kedua pelaku kami telah berikut bukti tongkat Baseball mengamankan dan sekarang kami sedang mencari bukti lain, dan kami akan memberikan Polrestabes Medan dan ada anggota kami Prada Zulfadli Anggota POM disebut obeng untuk paha kanannya tersengat," kata Walikota I Gede Eka Santika . (Ayu)

Pencarian Terkait : Agen Togel Online Terpercaya, Bandar Poker Uang Asli, Agen Bola Online Terpercaya, Jasa Seo Bola Termurah
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments: